webmail  
fmipa fti ftsp ftk ftif pasca sarjana pens ppns










Orang baik adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain dan baik karakternya
TPKH ITS Sajikan Tari Teatrikal
19 Maret 2017 12:06:53
<br /> Gemerlap lampu sorot bergantian memenuhi pelataran Pura Segara Kenjeran, Sabtu (18/3). Lantunan tabuh gamelan khas Bali turut mengisi keheningan malam. Kostum cantik para penari berkelak kelok mengikuti gerak indah tubuh mereka. Malam itu merupakan puncak Festival Kreasi Mahasiswa 2017 Tim Pembina Kerohanian Hindu (TPKH) ITS.







Pura Segara Kenejran, ITS Online -
Pementasan seni tari teatrikal ini merupakan puncak acara tahunan TPKH. Sejak Minggu (5/3) lalu TPKH telah menggelar kegiatan donor darah dilanjutkan dengan kompetisi fotografi hingga kompetisi futsal pada Sabtu (11/3). Semua kegiatan diikuti oleh organisasi mahasiswa kerohanian hindu se-Jawa. 

Nyoman Arya Adiguna Gauthama, Ketua Pelaksana kegiatan, menjelaskan kegiatan semacam ini telah dilakukan sejak 2010 lalu. "Bedanya ada pada fokus tujuan acara," terang Arya.

Ia melanjutkan, pada 2010 lalu festival seni diadakan untuk menggalang dana pembangunan pura. "Selama ini bakat teman-teman TPKH hanya disalurkan sebatas latihan," tutur mahasiswa Desain Produk Industri angkatan 2014 ini. Hal itulah yang mendorong lahirnya festival seni ini.

Festival kali ini mengusung tema Kaliyuga. Kepercayaan hindu mengenal empat zaman yang berbeda. Empat zaman itu tak lain adalah Dwaparayuga, Tretayuga, Satyayuga, dan Kaliyuga. "Sekarang kita berada pada zaman keempat," ungkap I Gede Widya Mahardika, Wakil ketua pelaksana.

Kaliyuga merupakan zaman saat perubahan sangat terasa. "Baik menjadi buruk, ataupun sebaliknya," lanjut Widya. Karenanya, semua pementasan pun disajikan sesuai tema Kaliyuga.

Tari panyembrahma hadir di awal sebagai sambutan di tiap acara seni dan keagamaan hindu. Selanjutnya TPKH-ITS menyajikan tari medley yang dikesan apik lewat suguhan narasi teatrikal.

Tari sekar jagat, menggambarkan dunia yang indah di awal mekarnya. Kemudian, pertunjukan disambung dengan tari cendrawasih yang masih menggambarkan keadaan dunia yang damai. 

Konflik cerita dimulai dengan sajian tari jauk keras yang menceritakan kisah seorang raja diktator penuh kebengisan. Dilengkapi dengan tari baris, sekumpulan prajurit pasukan perang menambah kesan gonjang-ganjing dunia.

Teatrikal itu kemudian ditutup dengan tari topeng tua. Topeng tua mewakili keadaan dunia yang telah berada di ujung waktunya. Semua tari sebenarnya berdiri sendiri. Namun TPKH-ITS menjadikan kreasi tari tunggal ini menjadi sebuah teatrikal penuh kisah bermakna. 

Ratusan pasang mata terkesima menyaksikan pesona suguhan tari dan tabuhan gamelan Bali. Pentas kali ini juga diramaikan oleh tim penabuh dan tari dari Pura Agung Jagat Kerana Perak Surabaya.

Gelaran malam Festival Kreasi Mahasiswa 2017 kemudian ditutup dengan penampilan Etnicoustic ITS, kolaborasi musik etnik Bali dengan alat musik modern seperti gitar dan bas. 

Baik Arya dan Widya berharap, acara semacam ini tetap terus menginspirasi masyarakat sekitar. "Memang kami tidak membantu secara materi, tapi setidaknya menjadi ajang pelestarian budaya dan hiburan bagi masyarakat," pungkas Arya. (dza/ven)








Kirim komentar Anda:
Jumlah komentar: 0 (Lihat komentar)

Nama :
Email :
Tanggapan :
Masukkan kode di atas (Not Case Sensitive)   :