webmail  
fmipa fti ftsp ftk ftif pasca sarjana pens ppns










Orang baik adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain dan baik karakternya
Kemajuan Bangsa Bergantung Inovasi Anak Muda
07 September 2017 15:57:37
Young Engineers and Scientists (YES) Summit oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS kembali digelar. YES Summit 2017 kali ini sukses mendaulat mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, Dahlan Iskan, sebagai pemateri. Dahlan menegaskan betapa pentingnya inovasi anak muda dalam kemajuan sebuah bangsa, Kamis (7/9).
Gedung Robotika, ITS Online - Bulan lalu, diceritakan Dahlan, ia baru saja berinovasi guna menerapkan pompa air bertenaga matahari untuk sawah di Jombang. "Kalau pakai solar cell sudah tidak pakai baterai atau bahan bakar lain. Karena irigasi kan butuhnya untuk siang, jadi itu saja cukup," jelasnya.

Dahlan menuturkan, inovasi penting bagi kemajuan sebuah bangsa yang di dalamnya dibutuhkan peran anak muda. Sebagai contoh, ia menceritakan kisah di balik suksesnya jalan tol pertama di Indonesia, yakni to Jagorawi. Di mana jalan tol yang menghubungkan Jakarta, Bogor, dan Ciawi tersebut di bangun oleh kontraktor dari Korea Selatan.

Dikatakan Dahlan, dulunya kontraktor tersebut adalah anak muda dan baru saja lulus kuliah. Dari tangan anak muda itulah tol Jagorawi masih menjadi jalan tol terbaik di Indonesia. Ini membuktikan bahwasanya anak muda memegang peranan besar dalam sebuah inovasi.


Dalam talkshow ini, Dahlan lebih banyak memberikan ruang bagi para peserta untuk membeberkan inovasi masing-masing. Selain itu, Dahlan juga memberikan kesempatan untuk menceritakan inovasi mereka kepada peserta lain. Mulai dari inovasi laboratorium alam, hingga peningkatan efisiensi sel surya dengan transducer termoelektrik.

Sebelumnya di awal talkshow, Dahlan membagikan kuisioner berisi empat
pertanyaan bagi para peserta. Pertanyaannya berfokus pada sejauh mana gagasan dan inovasi mahasiswa telah berjalan.

"Saya lihat peserta sangat antusias sekali. Saya melakukan hal yang agak khusus di sini dengan membagikan empat kuisioner tadi. Setelah dihitung hasilnya luar biasa," tutur pria kelahiran Magetan tersebut. Menurutnya, para mahasiswa memiliki pemikiran yang hidup dan berjalan, serta tidak apatis terhadap lingkungan sekitar.

"Saya merasa tersadarkan bahwa inovasi itu sangat perlu, terlebih masih sedikitnya inovasi yang dilakukan anak Indonesia. Sekaligus mampu bermanfaat dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di Indonesia," ungkap Abdullah Aljabir, salah seorang peserta ASEAN Talk.(mbi/owi)
Kirim komentar Anda:
Jumlah komentar: 0 (Lihat komentar)

Nama :
Email :
Tanggapan :
Masukkan kode di atas (Not Case Sensitive)   :