webmail  
fmipa fti ftsp ftk ftif pasca sarjana pens ppns










Orang baik adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain dan baik karakternya
Pendekatan Praktis Perdagangan Internasional
10 September 2017 08:25:44
Ruangan berkapasitas seratus orang itu hampir dipenuhi oleh mahasiswa semester lima yang mengambil mata kuliah Bisnis Internasional. Mereka tampak aktif membangun percakapan bersama pemateri selama perkuliahan berlangsung. Bahkan saat dilakukan jeda perkuliahan, beberapa mahasiswa tampak memastikan kebenaran ilmu yang barusan didapat.
Kampus ITS, ITS Online - Adalah Dr Lieve Van Der Schueren, dosen Vives University College, Kortrijk, Belgia yang membagikan keilmuan praktisnya dalam distribusi ekspor dan impor barang, Rabu (6/9).
 
Ia terlebih dahulu menjelaskan pentingnya memahami perdagangan internasional. Dalam presentasinya dimunculkan mengenai data-data perdagangan internasional Indonesia disertai berbagai kebijakan kerja sama ekonomi beberapa negara.
 
"Saat ini Indonesia tengah merumuskan perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa," ujarnya. Ia mengatakan, Indonesia tidak dapat membuat perjanjian perdangangan bebas dengan negaranya, Belgia. Hal itu disebabkan Belgia terikat dengan perjanjian Uni Eropa.
 
Menurut Lieve, salah satu hal terpenting yang harus dipahami ketika melakukan perdagangan internasional ialah incoterms. Incoterms adalah klausul berstandar internasional yang berisi ketentuan perjanjian perdagangan.
 
Selanjutnya, ia menjelaskan detail sebelas jenis incoterms. Yang pertama ialah Ex Works (EXW), dimana transaksi terjadi saat barang sudah keluar pabrik. "Pembeli mengambil seluruh resiko dan biaya untuk proses pengiriman barang hingga sampai tujuan," jelasnya.
 
Kemudian terdapat jenis lain yang ia jelaskan detail satu per satu, yaitu Free Carrier (FCA), Free alongside Ship (FAS), Free on Board (FOB), Cost and Freight (CFR), Cost, Insurance, and Freight (CIF), Carriage Paid to (CPT), dan Carriage Insurance Paid (CIP). 
 
Sisanya adalah Delivered at Place (DAP), Delivered at Terminal (DAT), dan Delivered Duty Paid (DDP). "Dalam DDP, seluruh biaya dan resiko saat pengiriman ditanggung oleh penjual. Sangat jarang DDP digunakan, biasanya penjualnya seniman di museum yang tidak tahu bisnis," terangnya.
 
Melalui beberapa studi kasus dan latihan, Lieve menerangkan urgensi memahami incoterms. Salah satunya ialah perusahaan tepung yang mengimpor jagung dalam jumlah besar.
 
Perusahaan ini merasa tertipu karena jagungnya kurang baik ketika sampai di pabriknya. Namun klaim tidak dapat dilakukan karena mereka menggunakan perjanjian CIF, yang artinya setelah sampai pelabuhan negara penjual, barang sudah berganti kepemilikan.
 
Perkuliahan dengan doktor asli Belgia ini berlangsung cukup lama. Kegiatan kuliah tamu dimulai pukul 08.00 dan diakhiri pukul 16.00. Di akhir ia mempromosikan untuk studi di negaranya yang tidak membutuhkan biaya pendidikan.
 
"Jika anda ingin kuliah di Belgia, hanya perlu memikirkan biaya transportasi dan biaya hidup," tutupnya. (yan/hil)
Kirim komentar Anda:
Jumlah komentar: 0 (Lihat komentar)

Nama :
Email :
Tanggapan :
Masukkan kode di atas (Not Case Sensitive)   :