webmail  
fmipa fti ftsp ftk ftif pasca sarjana pens ppns










It is not how much money you make that ultimately makes you happy. It is whether or not your work fulfills you (anonymous)
Tahun Kedua, ISCoS Milik ITS
24 November 2012 21:18:35
Komunitas satelit ITS menggelar kegiatan bertajuk Indonesian Students Conference on Satellite (ISCoS), Sabtu (24/11). Kegiatan yang diinisiasi menjadi wadah konferensi bagi para mahasiswa Indonesia penggila satelit tersebut merupakan yang kedua kalinya di ITS. Namun, berbeda dengan sebelumnya, mulai tahun ini kegiatan tersebut resmi menjadi milik ITS, dengan lebih membahas kemandirian teknologi satelit dan komunikasi Indonesia.
Teknik Elektro, ITS Online - Ketua panitia ISCoS 2012, Hafizh Fatah Rachmatulloh mengatakan tahun lalu kegiatan ini bukanlah milik ITS. Melainkan milik komunitas satelit Indonesia yang terdiri dari 6 Perguruan Tinggi dan satu instansi pemerintahan. Di antaranya UGM, ITS, PENS, IT Telkom, ITB, UI, serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Namun, mulai tahun 2012 ini ISCoS akan menjadi kegiatan tahunan ITS dengan komunitas satelit ITS sebagai panitia pelaksananya. ''Penggagas kegiatan ini adalah mahasiswa ITS. Sehingga tidak salah jika menjadi milik ITS,'' terang Hafizh.

Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS ini menambahkan, kegiatan peserta ISCoS sendiri secara garis besar dibagi menjadi dua. Pertama, mengikuti seminar satelit dengan narasumber dari LAPAN. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi paper yang telah dipersiapkan oleh peserta yang akan diberi penilaian. Dari penilaian tersebut, Mus Muliyadi, mahasiswa Teknik Elektro ITS menyabet gelar The Best Paper. Ia beri judul paper-nya RF Downlink untuk Payload Satelit Nano InusSat. Sedangkan untuk The Best Presentator diraih oleh Fajar Septian mahasiswa dari Institut Teknologi Telkom Bandung.

Sedangkan untuk antusiasme peserta ISCoS 2012 ini dapat dikatakan cukup tinggi meskipun tak sebanyak tahun lalu. Tak kurang dari 79 mahasiswa dan dosen dari seluruh Indonesia berpartisipasi pada acara tahunan tersebut. ''Paper yang terkumpul ada 14,'' jelas mahasiswa angkatan 2010 tersebut.

Kepala tim pengembangan satelit LAPAN A2, Robertus Triharjanto MSc mengatakan siap membantu komunitas satelit Indonesia yang ingin mengembangkan riset dalam bidang keantariksaan. Terutama bagi komunitas yang tak memiliki peralatan untuk menguji hasil riset mereka. ''Jika mahasiswa punya hardware untuk diuji, kami akan sediakan software-nya,'' tuturnya.

Tak hanya itu, salah satu anggota peneliti roket Indonesia ini menyebutkan bahwa LAPAN juga siap menjadi pembimbing riset satelit mahasiswa jika diperlukan. ''Salah satu bentuk dukungan kami adalah dengan menjadi lembaga pembina,'' ujar Robert. (ali/m12/m13/izz/nir)
Kirim komentar Anda:
Jumlah komentar: 0 (Lihat komentar)

Nama :
Email :
Tanggapan :
Masukkan kode di atas (Not Case Sensitive)   :