webmail  
fmipa fti ftsp ftk ftif pasca sarjana pens ppns










It is not how much money you make that ultimately makes you happy. It is whether or not your work fulfills you (anonymous)
ITS Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru
12 Juni 2013 18:47:29
Tiga dosen menyusul jajaran guru besar di ITS, Rabu (12/6). Mereka adalah Prof Dr Ir Sekartedjo MSc, Prof Tavio ST MT PhD, dan Prof Ir Achmad Zubaydi MEng PhD. Kini, total guru besar ITS sejumlah 107 orang. Ketiga guru besar tersebut merupakan ahli dalam berbagai bidang yang berbeda.
Grha, ITS Online - Prof Dr Ir Sekartedjo merupakan ahli bidang ilmu rekayasa fotonika. ''Laser dan serat optik adalah contoh rekayasa fotonika yang penggunaannya sangat luas saat ini,'' tutur dosen jurusan Teknik Fisika ITS ini dalam orasi ilmiahnya. Peranan objek-objek tersebut terutama dapat ditemui dalam bidang telekomunikasi dan kedokteran.

Sementara itu, Prof Tavio ST MT PhD dikukuhkan sebagai guru besar atas dedikasinya dalam bidang ilmu struktur beton. Tavio merupakan dosen Teknik Sipil yang fokus mengembangkan inovasi pengekangan pada beton untuk bangunan tahan gempa. ''Dengan penambahan profil baja siku ringan pada pengekangan eksternal, maka nilai daktilitas beton akan meningkat,'' jelasnya.

Meski mencapai prestasi yang besar, pria kelahiran tahun 1970 ini tetap rendah hati.  ''Di balik seorang guru besar yang hebat, pasti dibelakangnya terdapat tim pendukung yang sangat hebat,'' tutur pria kelahiran Surabaya ini.

Guru besar ketiga adalah Prof Ir Achmad Zubaydi MEng PhD. Pria asal Gresik ini memperoleh gelar guru besar dalam bidang ilmu getaran struktur kapal. Kesuksesannya dalam meraih gelar ini tak lepas dari dorongan Rektor ITS, Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono DEA. ''Ji, awakmu gak butuh guru besar, tapi ITS butuh gelar guru besarmu,'' ungkapnya menirukan pesan rektor padanya. Hasil karya Zubaydi berupa teknik identifikasi kerusakan pada struktur kapal melalui analisa getaran. (ady/lis)
Kirim komentar Anda:
Jumlah komentar: 3 (Lihat komentar)

Nama :
Email :
Tanggapan :
Masukkan kode di atas (Not Case Sensitive)   :