webmail  
fmipa fti ftsp ftk ftif pasca sarjana pens ppns










It is not how much money you make that ultimately makes you happy. It is whether or not your work fulfills you (anonymous)
Riyanarto Sarno, Profesor Termuda ITS
15 Maret 2005 12:45:09
Setelah resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Rekayasa Perangkat Lunak pada Rabu (18/8) di Graha Sepuluh Nopember, Riyanarto Sarno turut mengisi deretan 39 Guru Besar yang dimiliki ITS.
Graha Sepuluh Nopember, ITS Online - Nama Profesor Riyanarto Sarno mulai hari ini tercatat dalam deretan nama-nama Guru Besar ITS. Dengan begitu jumlah guru besar ITS hingga saat ini adalah 39 orang. Selain itu, Riyanarto juga tercatat sebagai guru besar keempat Fakultas Teknologi Informasi dan merupakan guru besar termuda di ITS.

Melalui rapat terbuka Senat Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Drs.Ec Ir Riyanarto Sarno,MSc PhD, dikukuhkan sebagai guru besar dalam Bidang Ilmu Rekayasa Perangkat Lunak.

Dalam pidato pengukuhannya, Riyanarto menyampaikan hasil penelitian ilmiah yang diberi judul Pendekatan Nilai Tambah Pada Rekayasa Perangkat Lunak. Dikatakannya, perangkat lunak sebagai sekumpulan program komputer, prosedur, dan dokumentasi yang berkaitan dengan sistem komputasi.

Sedangkan rekayasa adalah penerapan ilmu pengetahuan untuk menjadikan sumber daya dan energi berguna bagi manusia. Sehingga secara kesimpulan, rekayasa perangkat lunak merupakan penerapan ilmu pengetahuan sehingga kemampuan peralatan komputer akan menjadi berguna bagi manusia melalui program komputer dan prosedurnya.

Menurut Riyanarto, peran rekayasa perangkat lunak menjadi penting karena selain perangkat menjadi bagian yang besar dari biaya keseluruhan, perangkat lunak juga memberikan dampak yang besar pula terhadap kesejahteraan umat manusia. "Pada perdagangan dunia saat ini diperkirakan penjualan perangkat lunak mencapai Rp 7500 triliun per tahun," ujar Riyanarto.

Untuk itu, diperlukan pendalaman yang lebih dalam bidang rekayasa perangkat lunak untuk menciptakan nilai tambah optimal dari suatu investasi. "Nilai tambah itu dapat diartikan secara multi dimensi, mulai dari yang terukur seperti bidang finansial sampai yang sulit diukur seperti bidang sosial," tambah ayah tiga anak ini.

Selain itu, biaya untuk rekayasa perangkat lunak tidak dapat ditinggalkan. Dalam hal ini, Riyanarto juga memaparkan metode estimasi biaya rekayasa perangkat lunak yang terbagi menjadi tiga. Ketiga metode itu adalah keputusan ahli (expert judgement), model algoritma (algorithmic models), dan analogi.

Sementara itu, Rektor ITS Prof Dr Ir Mohammad Nuh,DEA dalam sambutannya menyatakan guru besar ITS tidak hanya fokus terhadap bidang keilmuannya saja, tetapi komitmennya terhadap pengembangan institusi sangat diharapkan. "Dan hal itulah yang mendasari niat kami untuk selalu mendorong civitas akademika ITS untuk terus mengembangkan diri melalui penelitian dan studi lanjut, termasuk program percepatan guru besar," ungkap Nuh.

Acara pengukuhan guru besar Riyanarto kali ini juga dihadiri General Manager PLN Hariyadi, Bupati Bojonegoro H M Santoso dan Bupati Sampang. Acara juga dimeriahkan oleh penampilan PSM ITS dan Orchestra Band dari Surabaya.(sep/bch)
Kirim komentar Anda:
Jumlah komentar: 0 (Lihat komentar)

Nama :
Email :
Tanggapan :
Masukkan kode di atas (Not Case Sensitive)   :