webmail  
fmipa fti ftsp ftk ftif pasca sarjana pens ppns










It is not how much money you make that ultimately makes you happy. It is whether or not your work fulfills you (anonymous)
Kapal ITS Dilaunching, Targetkan Menang
10 Januari 2010 09:10:45
SURABAYA - Inovasi dan kreativitas mahasiswa Insitut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya memang tidak pernah mati. Satu lagi hasil karya lahir dari pemikiran-pemikiran cerdas dan tangan-tangan kreatif anak bangsa ini.


http://surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=e96e43446dc54b1e2a36367f390bdb0c&jenis=d41d8cd98f00b204e9800998ecf8427e - Sebagai bentuk kecintaannya pada dunia kemaritiman, mahasiswa berbagai jurusan yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ITS Maritime Challenge membuat sebuah karya kapal tradisional (Yole de Bantry) untuk kedua kalinya.

Namun, karya kali ini sedikit berbeda, sebab merupakan hasil perpaduan dari ilmu teknologi dan seni kebudayaan Indonesia. Sabtu (9/1) pagi tadi, kapal tradisional buatan mahasiswa ITS

Surabaya dilauncing di Armada Kawasan Timur (Armatim) Tanjung Perak. Acara berlangsung meriah.

Rektor III ITS Prof Dr Suasmoro pada kesempatan itu mengatakan pembuatan kapal ini sebagai bentuk apresiasi mahasiswa kepada dunia kemaritiman di Indonesia.

“Dan yang tidak kalah penting sebagai pengembangan teknologi bagi generasi muda,” katanya, Sabtu (9/1) pagi tadi.

Sebagai dosen sekaligus pembina, dia juga berharap di ajang kontes International nanti, hasil karya anak didiknya akan mendapat juara.

Rencananya, kapal tradisional tersebut akan membawa nama Indonesia dalam kontes Atlantic Challenge 2010 di Kanada dan event-event International lainnya.

Menurut Pemimpin Proyek (Pempro) pembuatan kapal Fadwi Mukti Wibowo dengan memberi sedikit kombinasi ukir-ukiran pada bodi kapal tanpa merubah konstruksinya.  Dia berharap hasil karya kali ini dapat meraih nominasi di ajang kompetisi dayung di Kanada pada bulan Juli 2010. "Konstruksinya tidak berubah, namun kami hanya membubuhi ukir-ukiran di bodi kapal, dan mengganti beberapa bahan dengan kayu mahoni," terangnya.

Dijelaskannya, penggantian beberapa bahan kapal dengan kayu mahoni tersebut bertujuan untuk memperingan berat kapal.

Menurutnya, hasil karya yang mereka buat sebelumnya bebannya terlalu berat. Sehingga, jika kapal tersebut diikutkan dalam kontes dayung selalu kalah dengan produk-produk luar negeri yang beratnya lebih ringan. "Kalau yang dulu beratnya hampir 2 ton, namun dengan beberapa penggantian bahan kali ini beratnya bisa berkurang sekitar 20 persen," jelas mahasiswa semester 7 fakultas Teknik Perkapalan ITS Surabaya ini.

Lebih jauh dia menceritakan, kapal ini mempunyai panjang 11,76 m dan lebar 2,1 m dan tinggi 0,75 m, dengan 10 dayung besar (oars), dan panjang lebih dari 5,4 m.

Diceritakan Fadwi, sebagai pengenalan budaya Indonesia ke dunia Internasional, tim proyek mengombinasikan dua tipe kerajinan

ukiran Indonesia, yakni bunga matahari dan wayang kulit. Ukiran bunga matahari merepresentasikan semangat pemuda, sedangkan karakter wayang mencerminkan sifat saling membutuhkan dalam tim yang solid.

Kapal ini sendiri dikerjakan oleh sekitar 24 mahasiswa yang bekerja secara bergiliran. Waktu yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan kapal tersebut kurang lebih 7 bulan. Tim bekerja sejak Juli 2009. Bentuk kapal ini sendiri merupakan replika kapal dari akhir abad ke 18 dan didesain kembali setelah keberadaan kapal asli di pantai Bantry Irlandia hancur oleh  serbuan armada Prancis pada tahun 1796. sms


Kirim komentar Anda:
Jumlah komentar: 0 (Lihat komentar)

Nama :
Email :
Tanggapan :
Masukkan kode di atas (Not Case Sensitive)   :