webmail  
fmipa fti ftsp ftk ftif pasca sarjana pens ppns










It is not how much money you make that ultimately makes you happy. It is whether or not your work fulfills you (anonymous)
Menang Penghargaan, Rektor Bentuk Sekolah Bisnis
03 Mei 2010 12:01:52
Bertempat di Shangri-La Hotel Surabaya, Rektor ITS Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD, menerima penghargaan dari Markplus Festival 2010. Selain itu, ITS juga mendapatkan University of Life Appreciation oleh pimpinan MarkPlus, Hermawan Kartajaya. Mendiknas yang juga mantan rektor ITS, Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA  juga mendapat penghargaan sebagai The Special Plaque of New Wave Marketing, Senin (1/5).
Surabaya, ITS Online - Acara Festival MarkPlus ini diselenggarakan untuk merayakan 20 tahun berdirinya MarkPlus. Dalam sambutannya, rektor yang kerap disapa Probo ini menyatakan ucapan terima kasihnya kepada Hermawan atas apresiasinya kepada ITS. "Saya sangat berterimakasih atas apresiasi Bapak Hermawan untuk ITS meskipun beliau dulunya belum berhasil lulus dari ITS," tutur Probo.

Untuk diketahui, Hermawan dulunya adalah mahasiswa ITS. Namun, setelah menempuh pendidikan selama 2 tahun di kampus perjuangan ini, pria yang termasuk dalam 50 marketing terbaik di dunia ini belum bisa lulus dari ITS. “Saya yang belum bisa lulus dari ITS saja bisa seperti ini, apalagi lulusan-lulusan ITS yang lain,” canda penulis buku Marketing Best Seller ini.

Dalam kesempatan ini pula, Probo menuturkan gebrakan baru ITS dalam rangka memasarkan hasil riset tim-tim peneliti dari ITS. “Rencananya kami akan mendirikan Sekolah Bisnis Manajemen (SBM),” ujarnya.

Selanjutnya, Probo juga menjelaskan bahwa pengajuan jurusan ini telah disetujui oleh senat, dan mendapat rekomendasi dan saran khusus dari Hermawan Kartajaya sendiri. SBM ini sebenarnya didirikan ITS dalam rangka penetapan UU Badan Hukum Pendidikan (BHP) tahun lalu. Namun karena UU BHP masih dipermasalahkan, menjadikan batu sandungan ITS untuk mendirikan jurusan yang sedianya akan masuk dalam Fakultas Teknologi Industri (FTI) tersebut. “Karena ITS belun menjadi BHP, maka kami harus meminta izin dari Menteri Pendidikan Nasional dahulu,” lanjut pria berkaca mata itu.

Probo menambahkan, rencananya jurusan ini sudah mulai dibuka tahun ini. “Namun, karena terganjal pembatalan BHP, rencana ini diundur. Tapi diusahakan paling lambat tahun depan, jurusan ini sudah bisa dimunculkan di ITS,” ungkap Probo.

Untuk sistem Penerimaan Mahasiswa Baru, Probo menuturkan bahwa untuk beberapa tahun ini, penerimaan akan diambil dengan sistem Ujian Masuk. ”Jadi kami belum membuka penerimaan dengan SNM-PTN,” tandasnya.

Selain itu, terdapat perbedaan sekolah bisnis dan manajemen ITS dengan sekolah bisnis manajemen yang lain. Probo menjelaskan, sekolah bisnis ITS memiliki kemampuan lebih dalam memasarkan teknologi. Jadi lulusan dari SBM ITS akan mempunyai kemampuan memanajemen teknologi dengan baik.

Alasan utama pendirian SBM ini sebenarnya adalah kurangnya kemampuan marketing ITS dalam memasarkan riset-riset ITS yang sebenarnya mempunyai potensi besar untuk bisnis. “Per tahunnya, rata-rata ITS menghasilkan 200 riset, namun masyarakat kurang mengetahui riset tersebut karena kurangnya kemampuan pemasaran kita,” jelas Probo.

Dengan adanya hubungan baik dengan MarkPlus ini, Probo berharap, Hermawan mampu memberikan saran-saran positifnya untuk ITS dalam mempersiapkan jurusan baru ini. “Saya berharap saran-saran dari Pak Hermawan, bisa membantu ITS dalam mempersiapkan jurusan baru ini,” harapnya.

Untuk diketahui, selain Probo dan Nuh, masih banyak tokoh penting yang hadir seperti Dirut PLN yang juga CEO Jawa Pos Group Dahlan Iskan, Wakil Direktur Jawa Pos Azrul Ananda dan lain-lain. (kl/nrf)
Kirim komentar Anda:
Jumlah komentar: 3 (Lihat komentar)

Nama :
Email :
Tanggapan :
Masukkan kode di atas (Not Case Sensitive)   :