webmail  
fmipa fti ftsp ftk ftif pasca sarjana pens ppns










It is not how much money you make that ultimately makes you happy. It is whether or not your work fulfills you (anonymous)
Bersama Kaji Pembentukan Program Studi Baru
08 Desember 2011 21:52:12
Kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga ahli di bidang teknologi pertekstilan, menjadi bahasan serius bagi Kementerian Perindustrian. Rabu (7/11), Pusat pendidikan dan Pelatihan Kementerian Perindustrian bekerjasama dengan ITS menggelar Workshop Kajian dan Rencana Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi.
Gedung Rektorat, ITS Online - Bertempat di ruang sidang senat rektorat ITS, acara ini bertujuan mengkaji dan berdiskusi mengenai tawaran untuk bekerjasama membuat program studi Teknik Tekstil. Seluruh institusi yang berperan dalam rencana pengadaaan program studi ini pun hadir dalam acara ini. Para institusi tersebut adalah perwakilan dari Kementerian Perindustrian, Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT), dan ITS yang diwakili Dekan FTI dan beberapa dosen FTI.

Pihak STTT memulai diskusi dengan memaparkan hasil surveinya akan minat calon mahasiswa terhadap STTT sendiri. Pembahasan pun dilanjutkan dengan daya serap industri tekstil di Indonesia dalam menerima staf ahli, skema pembiayaan pembentukan program studi serta komitmen seluruh pihak terkait kelanjutan dari program ini.

Prof Dr Ir Sulistijono DEA selaku dekan FTI turut menyampaikan pentingnya kajian lebih dalam rencana ini. Sulistijono juga kembali meminta kepada seluruh pihak yang terkait untuk berkomitmen apabila program studi ini benar-benar terealisasi.

''ITS tentunya tidak akan main-main dalam membuka program studi baru," tutur dosen Teknik Material dan Metalurgi ini. Menurutnya, ITS tidak ingin mencetak alumni yang tidak memiliki prospek karir. Selain itu, tentunya juga diperlukan kajian lebih dalam sampai tingkat rektorat untuk menentukannya

Di akhir acara, Prof Ir Budi Santosa MS PhD selaku salah satu perwakilan ITS membacakan rumusan hasil dari diskusi yang telah berjalan. Pertama, ITS akan mengkaji lebih dalam beberapa hal yaitu seberapa besar daya serap tenaga kerja di bidang tekstil dan jumlah gaji pertama tenaga ahli di bidang ini.

Rumusan kedua adalah memperjelas skema pembiayaan program studi ini. Sedangkan, yang terakhir adalah berusaha untuk mengadakan pertemuan lanjutan untuk membahas rumusan teknis.(izz/esy)
Kirim komentar Anda:
Jumlah komentar: 0 (Lihat komentar)

Nama :
Email :
Tanggapan :
Masukkan kode di atas (Not Case Sensitive)   :