webmail  
fmipa fti ftsp ftk ftif pasca sarjana pens ppns










Orang baik adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain dan baik karakternya
Umpan Balik
00 0000 00:00:00

Ada 5 komentar:

#1
tyas khairun nisa (misstyaskhairun [at] gmail.com) pada 21 Agustus 2012:
bayar spp bisa,setelah itu nrp d blokir,jadi tidak bisa bayar ikoma,
#2
elsa dwi putri (dwiputri.elsa [at] yahoo.com) pada 23 Agustus 2012:
pembayaran ikoma data tidak ditemukan/nrp salah, jadi tidak bisa bayar ikoma
#3
fikry mudhhirulhaq (fmuddhirulhaq [at] gmail.com) pada 23 Agustus 2012:
assalamualaikum wr.wb

kenapa saya tidak bisa membayar IKOMA melalui teller? terima kasih

wassalamualaikum wr.wb
#4
Soraya Rizqimufidah (aya.rizqi [at] gmail.com) pada 08 September 2012:
Beberapa waktu lalu jurusan saya mengadakan kuliah tamu yg bertempat di Teater A. Menurut informasi yg saya dapat, tempat tersebut sudah disewa oleh panitia jauh2 hari, tetapi pada saat hari-H tempat itu tiba-tiba telah ditempati oleh upmb, sehingga acara jurusan saya terlambat 1 jam karena bentrok penyewaan. Sebenarnya ini salah siapa?? Apa pihak yang menyewakan itu tidak mencatat kalau teater A itu sudah disewa dulu oleh jurusan yang akan mengadakan kuliah tamu tersebut??
#5
Mochamad Thariq (thariqmochamad [at] rocketmail.com) pada 07 Mei 2013:
Yang Terhormat Pejabat Kampus ITS Surabaya

ditempat

Saya Mochamad Thariq, masyarakat surabaya dan salah satu pengunjung umum kampus ITS yang kita banggakan.

Disini saya ingin menginformasikan tentang pengelolaan jasa parkir di dekat gedung PPK/SAC ITS, bahwa tertanggal 2 Mei 2013 (seleksi psikotes pertamina) dan 7 Mei 2013 (tes bahasa inggris pertamina) saya menggunakan fasilitas parkir roda 2 didekat gedung PPK/SAC ITS. Ketika akan meninggalkan tempat parkir saya diminta untuk membayar sejumlah uang oleh petugas parkir, namun saya tidak diberi karcis parkir dan saya tidak melihat adanya karcis parkir dimeja petugas parkir. padahal karcis parkir adalah tanda bukti menitipkan kendaraan dan pembayaran parkir atas pemakaian tempat parkir

Menurut pengetahuan saya, penarikan biaya parkir tanpa adanya tiket retribusi sebagai alat pengawasan dari kampus akan menimbulkan penyalahgunaan wewenang oleh petugas parkir. Petugas parkir menarik sejumlah uang kepada setiap pengunjung umum kampus ITS yang menggunakan jasa parkir roda 2 tanpa pengawasan dari pihak kampus ITS dapat dikatakan penarikan secara liar, asumsi Rp.2000,-/motor dan dalam sehari barapa puluh atau ratus motor pengunjung umum di ITS. Penggunaan dan pertanggungjawaban dana tersebut tak jelas dan sangat berpotensi untuk menimbulkan penyelewengan dana karena tanpa adanya pengawasan dari pihak manapun. Hal ini nampak sepele, namun apabila hal ini tetap dibiarkan dapat mendidik pegawai atau petugas pakir kampus ITS (yang tiap bulan sebenarnya telah mendapat gaji tetap) untuk mencari pendapata lebih diluar gaji secara tidak benar, di khawatirkan akan tetap menjadi kebiasaan untuk mencari pendapatan lebih secara tidak benar meskipun mereka naik jabatan atau menjabat jabatan lain yang lebih prestisius. Tentu hal ini akan sangat membahayakan potensi besar kampus ITS pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Sesungguhnya pengenaan tarif untuk pengunjung umum itu dapat dimaklumi, namun hal ini seharusnya juga dibarengi dengan pengaturan dan pengawasan sesuai peraturan perundang-undangan maupun peraturan daerah yang berlaku. Kampus ITS sebagai pencetak kaum terpelajar, generasi terbaik bangsa Indonesia. Mari kita bersama-sama membangun negeri lebih baik lagi, dimulai dari memperbaiki diri sendiri.

Mohon maaf atas kesalahan saya dalam penulisan diatas, untuk perhatiannya saya ucapkan terimakasih banyak.

Jayalah kampus kita Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Jayalah Negeriku INDONESIA.